10 Januari 2023 - 19:16
Syaikh Naeem Qasim Tegaskan Pentingnya Persatuan Muslim-Kristiani di Lebanon

Sambil mengucapkan selamat kepada orang-orang Kristen pada perayaan Natal, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menekankan persatuan dalam menghadapi penindasan dan pendudukan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Naeem Qasim, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, mengucapkan selamat datangnya Tahun Baru dan Natal serta menekankan persatuan Islam dan Kristen.

Dalam sebuah tweet, Syekh Qasim menunjukkan bahwa kelahiran Yesus bin Maryam as adalah anugerah ilahi yang menuntun orang-orang beriman menuju keadilan.

Wakil sekretaris jenderal Hizbullah di Lebanon juga menekankan, “Persatuan Islam dan Kristen bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai terhadap kesesatan, ketidakadilan, korupsi, dan pendudukan.”

Republik Lebanon adalah sebuah negara di Timur Tengah, sepanjang Laut Tengah, dan berbatasan dengan Suriah di utara dan timur, dan Palestina di selatan. Bendera Lebanon menampilkan sebuah pohon aras berwarna hijau dengan latar belakang putih, diapit oleh dua garis merah horizontal di atas dan bawahnya. Karena keanekaragamannya yang sektarian, Lebanon menganut sebuah sistem politik khusus, yang dikenal sebagai konfesionalisme, yang dimaksudkan untuk membagi-bagi kursi kekuasaan didasarkan perwakilan dari aliran-aliran agama yang berbeda-beda.

Populasi Lebanon terdiri dari beragam grup etnik dan agama: Islam Sunni, Islam Syi'ah, Druze, Katolik, Maronit, Ortodoks Yunani, Kristen Koptik, dan lainnya. Dengan populasi penduduk lima juta lebih, diperkirakan bahwa dari 54% penduduk Lebanon adalah Islam (terdiri atas 27 % Sunni dan 27% Syi'ah) dan 40.5% Kristen (umumnya Maronit 21%, 8 % Gereja Ortodoks Antiokia, Apostolik Armenia, Katolik Yunani Melkit, Gereja Asiria di Timur, Katolik Khaldea dan minoritas Protestan). Ada 1% kelompok minoritas kecil Yahudi yang tinggal di Beirut pusat, Byblos, dan Bhamdoun. Lebanon juga mempunyai sebuah komunitas kecil (kurang dari 1%) Kurdi (juga dikenal sebagai Mhallami atau Mardinli) yang umumnya bermigrasi dari Suriah timur laut dan Turki tenggara, diperkirakan jumlahnya antara 75.000 hingga 100.000 orang, yang termasuk dalam kelompok Sunni.

Dengan keragaman etnik dan agama, persatuan menjadi penting bagi rakyat Lebanon.